Translate to : English French German Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Chinese Simplified
Rabu, 02 September 2015

Belajar dari Tukang Nasi Goreng.

 

Minggu lalu saya membeli nasi goreng di dekat rumah. Sebelum melayani saya, si abang melayani seorang ibu yang membeli 1 porsi nasi goreng. Harganya Rp 12.000, Nah si ibu membayar dengan uang 10.000 dan 5000. SI tukang nasi goreng tidak ada uang 1000, sehingga dikembalikan rp 4000 dengan uang  2000 an sebanyak 2 lembar. Si ibu mengatakan agar ambil saja 2000 nya sehingga si ibu  membayar 13.000. Yang hebat adalah si tukang nasi goreng mengatakan ga usah, silakan ambil lagi uang tersebut. Sehingga si abang hanya menerima 11.000

Seorang tuakng nasi goreng bisa memberikan perhatian yang luar biasa kepada nasabahnya dan pastilah akan diingat terus dan menjadikan pelangggan setia.

Beda dengan seorang teman lama yang baru membuka restaurant. Saya makan seharga 81.000 dan saya bayar   100.000.  Karena tidak ada uang kembalian yang pas, maka si teman minta saya uang 1000 agar bisa dikembalikan 20.000. Harusnya sebagai teman lama, ya sudahlah uang 1000. Gara2 hal sederhana itu, saya malas mempromosikan restaurannya. Padahal saya mempunyai banyak teman, jaringan medsos juga banyak dan saya seorang penulis buku yang juga pembicara. Pastilah saya bisa bantu promosinya.

Ya itulah strategi orang dalam berdagang. Ada yang memperhatikan nasabah ada yang cuek. Semoga kisah sederhana si tukang nasi goreng bisa membawa banyak manfaat bagi kita semua.

 

 

 

 


::BCA::=>

Jumat, 14 Agustus 2015

Beberapa waktu lalu saya makan di Sushi Bodo. Saya memesan sukiyaki. Seperti kita ketahui sukiyaki pasti menggunakan daging sapi. Saat hidangan tiba koq tidak ada daging sapi dan diganti daging ayam. Saya complain dan dijawab bahwa daging sapinya masih beku. Seharusnya diinfokan dulu sehingga saya bisa mengganti pesanan. Sukiyaki terasa aneh dengan daging ayam. Kesalahan kecil tapi membuat saya kehilangan selera makan. Dalam kehidupan ini jika ingin terus berkembang maka kita harus berani menyampaikan kekurangan dan apa adanya. Tidak perlu disembunyikan. Semoga pengalaman ini menjadi pelajaran untuk kita semua.

Senin, 13 Juli 2015

50 Juta, 500 Buku dan 50 Kisah Inspiratif.

Tepat seminggu lalu, Sabtu 4 Juli 2015 kami melakukan launching buku I Want & I Can di Gramedia Pekanbaru. Acara launching mendapat sambutan luar biasa. Selama 3 jam terjual 500 buku dan menjadi rekor penjualan launching di Gramedia Pekanbaru. Jika akses parkir mudah maka pasti akan lebih banyak terjual karena banyak yang tidak bisa parkir dan akhirnya pulang. Ada hal istimewa yaitu lelang amal 13 judul buku karangan Timoteus Talip. Harga buku Rp 530.000 dan berhasil dilelang dengan total Rp 50.000.000 atau 50 juta. Sebuah surprise yang tak terduga dan membuat saya sangat terharu akan kebaikan dan ketulusan hati para donatur. Pada saat launching kami juga menyerahkan royalti sebesar Rp 8.000.000 atau 8 juta. Sehingga total 58 juta kami berikan untuk PAUD di Pekanbaru. Sebuah kebahagiaan karena kami bisa membantu sedikit dana untuk memajukan pendidikan bagi anak2 yang kekurangan. Saat launching banyak diliput media. Bahkan Riau TV dan Metro TV juga hadir. Buku ini ditulis oleh Wong Fong Lan ( Kepala BCA KCU Pekanbaru) , Rita Lawardy ( VP AIA Financial) dan Timoteus Talip ( Silent Motivator no 1 di Indonesia) . Narasumber utama yang juga hadir adalah Toni seorang mantan penjual kue yang sekarang menjadi pengusaha sukses di Pekanbaru. 
Terima kasih kepada semua teman2 yg sudah membeli buku karena kalian adalah bagian dari orang2 berhati mulia yang ikut menyumbang PAUD. Untuk sahabat lainnya masih ada kesempatan untuk membantu mereka yg kekurangan dengan memesan buku via saya. Buku akan saya tandatangani. Terima kasih dan sukses untuk kita semua.

Saksikan launching buku "I Want & I Can" yang disiarkan melalui Riau Televisi di youtube launching buku I Want & I Can" di Riau Televisi https://youtu.be/c7TS_58u5do                                          

Senin, 29 Juni 2015

Kenapa  Harus  I WANT AND I CAN ???

Setiap orang pasti memiliki banyak keinginan. Ingin sukses, ingin kaya, ingin punya mobil baru, ingin punya rumah baru, ingin juara, ingin naik pangkat dan ingin... ingin.... ingin... yang lain lagi.

Tapi masalahnya apakah Anda dapat meraihnya ? Belum tentu. Buku ini hadir untuk memberikan solusi bagaimana Anda bisa meraih apa yang Anda inginkan. Ada 50 kisah yang menginspirasi kita semua dan ada hal yang bagus untuk direnungkan, diambil pelajarannya.   Diharapkan para pembaca bisa mencapai apa yang telah dicapai oleh orang lain dengan belajar bagaimana orang-orang tersebut bisa mewujudkannya.

Melalui buku ini kami ingin memberikan pandangan baru bahwa apapun yang Anda inginkan, bisa Anda capai asal caranya benar, sasaran / targetnya masuk akal dan ada usaha keras untuk mewujudkannya.

Buku ini menjadi unik karena di setiap artikel ada sebuah pertanyaan     “Bagaimana I Want and I Can ?” .  Nah,  I Want apa ?? Sesuai dengan isi artikel. Lalu Anda harus yakin untuk bisa mencapainya. I Can,  dengan beberapa cara yang bisa Anda lakukan.

 

Namun untuk meraihnya  itu ada harga mahal yang harus dibayar dan hanya orang-orang bermental sang pemenang saja yang bisa membuktikan. Salah satu orang tersebut adalah Toni, pengusaha sukses di Pekanbaru – Riau. Perjalanan hidupnya layak menjadi pembelajaran buat kita semua, awalnya ia hanya penjaja kue dan kini menjadi pemilik PT. GLOBAL INDONESIA ASIA SEJAHTERA,  salah satu perusahaan distribusi bahan bangunan terbesar di Indonesia dengan  lebih dari 1000 karyawan yang tersebar di 17 cabangnya.

Kisah suksesnya merupakan artikel utama di buku I Want and I Can dengan judul Toni, From Zero to Hero, dari Seorang Penjaja Kue di Pasar Menjadi Seorang Pengusaha  Sukses.

 

“Seorang leader harus lead by example, walk the talk and  talk the walk”.

“ Hukum tabur tuai berlaku , give the best, the best will come back to you.”

 

I WANT AND I CAN juga bisa dijadikan tag line dalam kehidupan Anda semua. Jadi pasanglah target atau keinginan yang ingin Anda raih dan yakinlah akan tercapai.

 

Buku ini ditulis oleh 3 sahabat berdasarkan pengalamannya sendiri atau pengalaman orang-orang disekitarnya, yaitu Sylvia Wong Fong Lan ( Kepala Cabang Utama BCA Pekanbaru), Timoteus Talip        ( Penulis 12 buku ) dan Rita Lawardy (Vice Presiden Bancassurance AIA Financial  ) . Semoga buku ini akan menginspirasi banyak orang.

 

Sebagai rasa syukur atas terbitnya buku ini  maka semua royalti hasil penjualan akan disumbangkan untuk kegiatan sosial. Tahap awal adalah  penyerahan royalti sebesar Rp 8.000.000 ( delapan juta rupiah) kepada Sekolah PAUD “ Generasi Bangsa” Pekanbaru yang diserahkan bersamaan dengan acara Launching dan Talk Show buku I Want and I Can, pada hari Sabtu 4 Juli 2015 di Gramedia Pekanbaru.

 

 

 

 

 


::BCA::=>

I Want and I Can

Buku ke 13 saya dengan judul I Want and I Can sudah terbit. Buku motivasi yg berisi 50 kisah inspiratif bagaimana membuat want menjadi can.
Buku ini karya saya dengan Wong Fong Lan (Kepala BCA KCU Pekanbaru) dan Rita Lawardy (VP Bancassurance AIA). Ada endorsement dari Andrie Wongso, Erwan Yuris (Direktur BCA), Benny Purnomo ( Dirut Bank MNC), Ikang Fawzi, Yustinus Sukmanto, Ika Keke, Ben Ng, Remaja Tampubolon, Maimunah Natasha dan KK Chee,DTM. Buku ini tebalnya 264 halaman dengan harga 69.000. Full colour dengan foto2 karya Tommy Kurniawan Purnomo, Pieter Kusuma, Odetta Jeffin dll. Seperti 12 buku sebelumnya maka semua royalti buku ini akan disumbangkan untuk kegiatan sosial. Jika ingin memesan via saya dengan tanda tangan di buku tsb silakan hub saya. Terima kasih untuk teman2 yang selama ini mensupport saya karena berkat kalian maka saya bisa memberi sedikit bantuan kepada mereka yang membutuhkan. Semoga kalian semua selalu diberi kelimpahan dan kebahagiaan. Imgat berbagilah kepada orang yang membutuhkan selama Anda bisa melakukannya. Salam Pemenang dari Chef Talip


::BCA::=>

Menggugah gagasan, merefleksikan pemikiran dan menerobos relung harapan