Translate to : English French German Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Chinese Simplified
Minggu, 27 November 2016

10 Kepribadian  Sang Pemenang
 
Seorang Pemenang harus mempunyai 10 kepribadian yaitu : Sang Pemimpi, Sang Perencana, Sang Pemikir, Sang Pencerita, Sang Pemimpin, Sang Pendaki, Sang Pemberani, Sang Tanpa  Kompromi, Sang Loyalitas,  dan Sang Berkomitmen.
 
1.         Sang Pemimpi.  Seorang Pemenang   harus  mempunyai  mimpi.  Tapi ingat mimpi yang bisa diraih dan harus kerja keras untuk meraihnya. Mimpi adalah sumber energi dan isnpirasi. Semakin besar mimpi kita maka semakin besar juga sumber energi yang kita miliki.  Mimpi atau gagasan biasanya terpenjara oleh kebiasaan, pengalaman dan pola pikir. Jika Anda ingin memiliki mimpi atau gagasan yang besar singkirkan kebiasaan Anda, lupakan pengalaman Anda yang kurang baik, dan perluas wawasan Anda dengan menerapkan pola pikir positif. 
 
2.         Sang Perencana.  Setelah mempunyai mimpi maka    Sang Pemenang harus mempunyai rencana-rencana untuk merealisasikannya. Rencana itu bisa dibagi 3 yaitu jangka pendek, menengah dan panjang.   Atau rencana harian- bulanan dan tahunan. Seorang Pemenang  harus  mempunyai list hal- hal yang mau dikerjakannya. Lalu setiap bulan harus mengevaluasinya, membandingkan antara rencana dengan realisasinya.  Hal ini untuk mewujudkan target / rencana tahunan yang tentunya akan merefleksikan keberhasilan Anda sebagai    Sang Pemenang. Sukses besar dikembangkan sebagai suatu hasil dari pengalaman sukses  yang kecil-kecil.
 
3.         Sang Pemikir.  Seorang   Pemenang juga haruslah seorang pemikir atau konseptor. Ia harus mempunyai visi. Sebagai seorang pemikir ia akan tahu dengan jelas gambaran hidup seperti apa yang benar-benar dia inginkan. Ia tidak pernah berhenti memikirkan pencapaian visi hidupnya.   Sang  Pemenang  hidup bersama visinya dan menghidupkan visinya.
 
4.         Sang Pencerita.  Sebagai Sang Pencerita ia harus mempunyai tujuan hidup yang jelas. Untuk apa dan siapa semua ini kita lakukan. Tujuan hidup yang jelas menjadi motivasi yang kuat bagi upaya kita mencapai visi dan mimpi-mimpi kita. Tujuan hidup ini menjadi suatu cerita dan kitalah penulisnya. Kita perlu menghidupkan cerita itu dan menceritakannya kepada orang-orang terdekat kita, orang tua, suami / istri dan anak kita. Cerita kita seharusnya juga menjadi bagian dari cerita mereka.
 
5.         Sang Pemimpin.  Ia juga menjadi Sang Pemimpin bagi dirinya sendiri. Memimpin diri sendiri merupakan pekerjaan yang jauh lebih sulit dibanding memimpin orang lain, karena biasanya kita lebih toleran terhadap diri sendiri dibanding terhadap orang lain. Kita lebih mudah merasa iba pada diri sendiri dibanding kepada orang lain. Sebab itu, tantangan sesungguhnya adalah bagaimana dapat secara efektif memimpin diri sendiri.   Sang Pemimpin memiliki misi yang harus dicapainya dalam kerangka waktu yang jelas. Ia merancang kerangka waktu, mulai yang pendek, misalnya sasaran-sasaran yang harus dicapai dalam tahun ini, tahun depan dan seterusnya.
 
6.         Sang Pendaki.    Sang Pemenang adalah Sang Pendaki sejati, yang sepanjang hidupnya membaktikan dirinya kepada pendakian. Sang Pendaki mempelajari tantangan-tantangan yang harus dihadapinya sepanjang jalur pendakiannya. Sang Pendaki sadar bahwa ada jalan mendaki atau menurun tajam, ada jalan berkelok, ada jurang di samping kiri-kanannya, sehingga dia mempersiapkan dirinya sebaik mungkin, termasuk peralatan-peralatan yang dibutuhkannya.  Sang Pendaki terus menerus meningkatkan daya tahannya. Semangat untuk terus bertahan dan mengatasi setiap tantangan merupakan kata kunci bagi Sang Pendaki.
 
7.         Sang Pemberani.  Seorang Pemenang  harus mempunyai keberanian. Keberanian diidentikkan dengan berniat melakukan sesuatu yang berbeda.  Jika kita hanya melakukan apa yang orang kebanyakan lakukan maka hasil yang kita dapatkan maksimum adalah apa yang orang kebanyakan dapatkan.   Untuk meraih hasil  yang baik maka Anda harus bekerja lebih giat.  Ada harga yang harus dibayar untuk itu dan tidak banyak yang berani membayar harganya.  Hanya dengan berani untuk menjadi berbeda dan melakukan hal-hal yang tidak biasa dengan cara yang berbeda, kita dapat mengharapkan yang tidak umum dan tidak biasa.
 
8.         Sang Tanpa Kompromi.  Seorang Pemenang  harus mempunyai sikap tanpa kompromi yang berarti melakukan apa pun yang diperlukan untuk mencapai garis akhir, terus menerus berusaha mengatasi setiap kesulitan, tantangan dan bentuk-bentuk lain kesengsaraan dan mencapai kondisi yang lebih baik dari sebelumnya.  Seseorang  yang tanpa kompromi terlihat sangat action oriented dan mencapai apa yang ditargetkan secara efisien. Sikap tanpa kompromi dapat menjadi budaya yang sangat baik dan akan menuntun pada kesuksesan. Konsistensi dalam menerapkan sikap tanpa kompromi adalah hal yang krusial.
 
9.         Sang  Loyalitas. Seorang Pemenang harus mempunyai loyalitas yang baik.  Hal ini penting untuk membangun fondasi  yang kuat menjadi  Sang Pemenang. Sikap setia yang paling utama adalah setia pada diri sendiri, setia pada nilai-nilai hidup yang dijunjung sebagai bentuk respek terhadap diri sendiri. Setia pada diri sendiri berarti nyaman terhadap kekuatan dan kelemahan diri. Dalam hidup ini, kita tidak lepas dari nilai-nilai yang kita yakini. Nilai kebaikan, integritas diri, konsistensi dalam tindakan dan perkataan, memegang teguh komitmen, kejujuran dalam membuat keputusan merupakan sikap pribadi yang harus selalu dijunjung setiap saat.  Kesetiaan lahir dari suatu keyakinan. Keyakinan bahwa apa yang kita kerjakan adalah sesuatu yang bermanfaat.
 
10.       Sang Berkomitmen. Seorang  Sang Pemenang harus mempunyai komitmen yang tinggi dan harus konsisten untuk melaksanakannya. Komitmen merupakan bukti bahwa apa yang telah direncanakan  harus dijalankan. Dengan menjalankan semua hal itu maka Anda akan siap menjadi  Sang Pemenang.
 
Sang Pemenang juga harus memiliki  2 hal yakni responsive dan efficient dalam melaksanakan tugasnya.
Responsive adalah sebuah reaksi yang cepat dan dengan jalan yang positif.  Ia juga akan beraksi dengan sangat antusias.
Efficient  adalah melakukan sesuatu dengan tepat  dan tidak menghabiskan waktu atau energi. Pandai memanfaatkan waktu karena biasanya mereka adalah orang yang terorganisir.
 

Selasa, 25 Oktober 2016

Hidup itu Seperti Permainan Biola.

 

Anda pasti pernah melihat ban mobil kan. Saat mobil berjalan ban tersebut berputar. Nah kehidupan itu juga seperti ban, ada kalanya di atas ada kalanya di bawah. Saat berada di posisi atas, maka semuanya akan terlihat enak dan menyenangkan, begitu juga sebaliknya.  Tapi kehidupan itu bisa juga dikaitkan dengan permainan biola. Anda pernah mendengar permainan biola ? Lembut, tenang dan enak di dengar. Itu diibaratkan dengan kehidupan yang tenang dan damai.  Sekarang coba bayangkan jika pemain biola tersebut menggesetk alat biolanya dengan tergesa-gesa, kencang dan tak beraturan. Tidak enak di dengar kan. Itulah perumpamaan kehidupan yang berantakan, kacau dan tidak harmonis.  Yang mana yang mau Anda pilih dan jalani ? Semua orang pasti ingin memilih yang pertama. Pertanyaannya apakah bisa ? Teori lebih mudah dari prakteknya. Banyak orang yang pandai berkata-kata, berkotbah tapi apakah ia sendiri menjalankan apa yang sudah dikatakannya ? Silakan Anda renungkan sendiri. Silakan Anda cek ke orang-orang sekeliling Anda.

Kehidupan yang indah seperti permainan biola yang merdu itu bisa dicapai asal kita tahu caranya dan mau menjalankannya. Hal yang utama adalah dari diri Anda sendiri.  Kenapa memulai dari diri sendiri ? Karena diri sendiri merupakan faktor yang paling utama dalam setiap hal yang dilakukan.

Coba Anda tengok kebelakang sejenak. Sejak kecil  kita semua sudah mendapat bimbingan dan motivasi dari orang-orang terdekat. Saat masih belum sekolah, maka peran orangtua, kakek-nenek dan  kakak cukup dominan. Mereka selalu memberi nasehat apa yang boleh dilakukan, apa yang tidak boleh, jika salah akan diberi tahu dan diarahkan melakukan hal yang benar.  Setelah masuk sekolah, maka peran guru sangat penting untuk membuat Anda menjadi orang yang pintar, berbudi pekerti yang baik dan hal-hal positif lainnya. Beranjak di pekerjaan, pasti Anda juga mendapat pengarahan dari atasan, trainer dan mungkin para motivator. Jadi sudah lengkaplah bekal Anda sejak kecil sampai dewasa. Nah dengan bekal yang berlimpah ruah itu, apakah Anda bisa menjalaninya dengan baik sehingga Anda menjadi seseorang dengan kesuksesan yang  luar biasa ?

Sebenarnya peran mereka semua sangat luar biasa, tapi masalahnya kadangkala kita tidak mau menjalankannya sehingga kehidupan kita biasa-biasa saja.

Inilah yang disebut banyak orang yang suka berada di zona nyamannya saja. Dia tidak mau melangkah lebih maju lagi, tidak mau menerima tantangan yang lebih berat lagi. Prinsipnya adalah saya dibayar untuk melakukan hal ini. Jika ingin melakukan lebih ya tambah lagi bayarannya.

Orang-orang seperti itulah yang akhirnya kehidupannya tidak bahagia. Mereka berkarya berdasarkan hitung-hitungan.  Bekerja merupakan rutinitas yang membosankan karena tidak sesuai dengan passionnya. Ya kehidupan mereka itu lama kelamaan akan semakin terpuruk, bagaikan permainan biola yang asal-asalan dan tidak enak didengar.

Jadi bagaimana sebaiknya tidakan Anda ?

1.            Setiap pagi saat bangun tidur, ucapkan syukur kepadaNya  karena masih diberi 1 hari lagi yang indah untuk berkarya.

2.            Berpikir positif, berkata positif, bertindak positif dan yakinlah akan menghasilkan hasil positif.

3.            Lakukan semua pekerjaan dengan semaksimal mungkin.

4.            Hindarkan keluh kesah, mudah putus asa dan rasa malas. Itu semua adalah penghalang-penghalang yang harus Anda kalahkan.

5.            Berani menerima tantangan dan melakukannya dengan sungguh untuk meraih pencapaian yang lebih baik lagi.

6.            Jadilah orang yang rendah hati, mau menerima saran dari orang lain dan mau membantu orang lain dengan tulus.

7.            Berprinsip tabur tuai. Menabur kebaikan akan menuai kebaikan.

 


DISCLAIMER:

Pikirkan kelestarian lingkungan sebelum mencetak email ini.

Perhatian: Email ini (termasuk lampirannya) hanya ditujukan kepada penerima email yang tercantum di atas dan tidak boleh disalahgunakan oleh siapa pun. Jika Anda bukan penerima email yang dimaksud, Anda tidak diperkenankan mem-forward, mendistribusikan, menyebarkan, meminjamkan, mencetak, menggandakan, atau memanfaatkan email ini.

 


::BCA::=>

Pantang Jadi Runner Up

Kamis, 18 Agustus 2016

Pantang Jadi Runner Up

Dalam setiap pertandingan apapun, hanya ada 1 juara saja. Juara 2 dan seterusnya tidak akan diingat. Coba Anda lihat negara yang juara piala dunia sepakbola akan disanjung-sanjung dan diberitakan kehebatannya. Bagaimana yang kalah di final atau runner up ? Mereka tertunduk lesu dan merasa gagal. Begitu juga dengan sekolah, hanya juara 1 yang disebut.

Saya Odetta Jeffin Wijaya, seorang anak ke 2 dari 2 bersaudara. Sejak kecil saya selalu ingin memiliki prestasi yang baik. Hal yang menjadi motivasiku adalah saat saya di kelas 1 SD, dimana papaku bertanya “ Kamu ingin kaya dan sukses “.

 “Pasti dong pa”

 “ Jika kamu kaya dan sukses itu semua untuk siapa”      

“ Ya tentu saja untuk saya sendiri pa”

“Nah kalau begitu,  kamu harus lakukan apa untuk meraihnya ?”

“ Belajar dan bekerja keras”

“ Baiklah Odetta, itu kamu sudah tahu dan ayo buktikan”

 

Berdasarkan diskusi dengan papa maka saya ingin berrbagi pengalaman yang  bisa menjadi motivasi untuk Anda semua. Sejak kelas 1 sampai 4, di semester 1, saya selalu menjadi juara 1, tapi di semester 2  selalu menjadi juara ke 2. Padahal yang diperhitungkan sebagai yang hebat adalah saat kenaikan kelas alias semester 2.  Selama 4 tahun saya selalu menjadi runner up. Rasa penasaran membuat saya bertekad untuk menjadi yang terbaik. Masa sih saya selalu kalah diputaran akhir.  Langkah awal adalah menulis di kertas dan ditempel dengan kata-kata motivasi “ Pantang Menjadi Runner Up”. Slogan hanya akan tetap menjadi slogan jika tidak dilakukan.  Saya ingin membuktikan seorang anak SD yang tidak pernah ikut kelas motivasi bisa memotivasi diri sendiri.

Saya bekerja dengan lebih giat. Jika ada ulangan, jam 4 pagi sudah bangun, belajar lagi. Perjuangannya tidak sia-sia. Saat kelas 5, saya bisa  menjadi juara 1. Mempertahankan itu lebih berat dari meraihnya. Itu benar sekali. Pesaing-pesaing berusaha mengalahkan saya. Tapi tantangan itu justru membuat saya semakin semangat untuk belajar. Hasilnya luar biasa, kelas 6,7,8,9 selalu menjadi juara 1.  Semua pesaing saya anggap teman yang membantu saya berlari lebih cepat. Tidak ada rasa ingin menang dengan cara tidak sportif, karena papa mama selalu mengajarkan integritas harus dipegang dengan baik.

Bahkan puncaknya saat kelas 9. Saya menjadi juara umum dan nilai ujian tertinggi untuk 2 mata pelajaran dari 4 yang di ujiankan nasional. Untuk meraihnya ada harga mahal yang harus saya bayar. Saya mengurangi kebiasaan yang tidak penting seperti nonton TV, jalan-jalan, bermain internet. Saya ganti dengan belajar dan bekerja keras untuk mewujudkan impian saya.  Nah istilah  pantang jadi runner up benar-benar sudah melekat kuat dalam diri saya. Saya sudah membuktikan, ya Odetta Jeffin seorang anak muda saja bisa, Anda juga pasti bisa dong. Anda juga bisa menjadi juara untuk hal-hal yang Anda kerjakan. Makanya kita tidak boleh malu untuk belajar motivasi dari siapa saja, walau ia bukan motivator . Yang penting pengalaman telah membuktikannya.

Selain itu untuk menunjang keinginan saya menjadi murid ang terbaik maka saya memutuskan untuk  pembelajar sejati.  Saat usia 13 tahun saya  mengikuti EQM Youth nya Anthony Dio Martin, bahkan 1 tahun kemudian menjadi fasilitator untuk angkatan di bawah. Saat usia 14 tahun saya  mengikuti 2 hari kelas Public Speaking nya Haryanto Kandani. Terakhir saya mengikuti Life Camp nya Merry Riana.  Jadi jika Anda ingin sukses, siapkan diri Anda sedini mungkin karena tidak ada kesuksesan yang datang dengan instan. Yes... kita semua dilahirkan untuk menjadi pemenang.

 

Kesimpulan dan poin pembelajaran.

1.            Setiap orang harus memiliki impian, tapi impian yang masuk akal.  Harus kerja keras untuk mewujudkannya. Jika tidak, maka impian hanyalah sebuah kata tanda makna

2.            Jangan pernah menyerah, terus lakukan dan suatu saat maka hasil yang baik akan menjadi milik Anda.

3.            Jangan pernah berhenti belajar, karena jika Anda berhenti belajar maka itu berarti Anda sudah “mati”

4.            Miliki sebuah slogan yang bisa memotivasi diri Anda.

 

Biodata

Odetta Jeffin Wijaya, lahir 2 Desember 2000

Sekolah di Kanaan Global School

Hobby : Membaca, menulis, bermain biola

Instagram dan FB : Odetta_jeffin

Blog : odettajeffin.blogspot.com

 

 

 


DISCLAIMER:

Pikirkan kelestarian lingkungan sebelum mencetak email ini.

Perhatian: Email ini (termasuk lampirannya) hanya ditujukan kepada penerima email yang tercantum di atas dan tidak boleh disalahgunakan oleh siapa pun. Jika Anda bukan penerima email yang dimaksud, Anda tidak diperkenankan mem-forward, mendistribusikan, menyebarkan, meminjamkan, mencetak, menggandakan, atau memanfaatkan email ini.

 


::BCA::=>

I Can Dabce In The Rain

Senin, 08 Agustus 2016

Life is a journey.

Setiap insan di dunia ini pasti menginginkan  kehidupan yang sempurna, kehidupan yang bahagia, kehidupan yang memberdayakan dan kehidupan yang penuh arti.

Namun semua impian tentang arti kesempurnaan kadangkala menjadi bias seiring dengan banyaknya permasalahan, rintangan, tantangan dan hambatan yang menghampar diperjalanan kehidupan. Insan-insan yang awalnya optimis, setelah diterpa berbagai hal yang melemahkan, akhirnya menjadi seorang pecundang yang tiada arti. Saat-saat  kalah seperti ini, diperlukan kelihaian untuk menyiasati kehidupan yang tergambar kurang sempurna tersebut.

 

Kehidupan diibaratkan sebuah perjalanan yang indah. Ada keceriaan yang mengawali langkah pertama. Lalu keceriaan itu mulai terusik dengan adanya masalah.  Diperlukan kepiawaian untuk  bisa melewatinya. Analogi sederhana  tentang kehidupan adalah hujan. Ya, hujan. Kenapa hujan ? Semua orang saat masih kecil rata-rata pernah menikmati bermain hujan.  Sengaja berlari-lari di bawah siraman hujan, bermain sepak bola di bawah guyuran hujan maupun sekedar menikmati sentuhan air yang seperti tertumpah dari langit. Saat masih kecil, bermain hujan adalah sesuatu yang menyenangkan dan jarang yang sakit. Ini dimungkinkan karena pikiran anak-anak masih polos dan belum berpikir kalau hujan bisa membuat sakit. Ada pakar yang mengatakan jika pikiran kita memikirkan sesuatu hal, biasanya  lama-lama akan menjadi belief ( keyakinan)  yang akhirnya terjadi.

 

Walau sekedar bermain hujan, namun diperlukan beberapa gerakan seperti maju, mundur, memutar sehingga mempunyai dinamika yang indah. Namun anak-anak harus menyadari jika terlalu lama bermain hujan juga tidak baik sehingga diperlukan kontrol diri yang baik. Memang hujan jika turun sedikit akan membuat banyak hal menggembirakan. Bumi menjadi sejuk , tanaman menjadi subur, tanah menjadi gembur, rumput menghijau dan bungapun bermekaran. Namun jika hujan turun terlalu banyak curahnya  dan tidak berhenti-henti maka bisa menghadirkan bencana seperti banjir, tanah longsor dan  kerugian lainnya.

 

Kehidupan juga seperti hujan. Jika percikan kesulitan segera dapat ditanggulangi maka kehidupan akan terus berjalan dengan indah. Namun jika percikan tersebut telah menjadi kobaran kesulitan, maka sangat memungkinkan  kehidupan akan menjadi tidak indah lagi. Saat  masih bernama percikan kesulitan, maka diperlukan kepintaran  ”dance”  seperti tarian saat hujan ( tarian identik dengan gerakan maju, mundur, memutar yang harus dinamis dan terpola) atau kemampuan untuk mengatasinya dengan berbagai cara. Jika ”dance” nya tidak berhasil dengan baik atau tidak mahir  maka akan  muncul masalah yang lebih besar.

Jadi mereka yang mengalami kegagalan ”dance” dengan  mulus, maka diperlukan orang-orang yang bisa menjadi sahabat ber sharing. Maka muncullah banyak motivator, therapyst, coach, mentor dan berbagai sebutan lainnya. Ini semua semata-mata untuk membantu mereka yang mengalami permasalahan dalam hidupnya. Sehingga nantinya mereka akan merasakan nikmatnya ”dance in the rain”

 

 

Terima kasih

 

Timoteus Talip

Grup Bisnis Consumer Card | Pendukung Penagihan Cabang

CHASE PLAZA lt.8

Jl. Jend. Sudirman Kav. 21 | Jakarta 12920

Phone    : 021-29910700 ext. 39795

Fax       : 021-29910712/13

 

"Menggugah gagasan, merefleksikan pemikiran dan menerobos relung harapan"

 


DISCLAIMER:

Pikirkan kelestarian lingkungan sebelum mencetak email ini.

Perhatian: Email ini (termasuk lampirannya) hanya ditujukan kepada penerima email yang tercantum di atas dan tidak boleh disalahgunakan oleh siapa pun. Jika Anda bukan penerima email yang dimaksud, Anda tidak diperkenankan mem-forward, mendistribusikan, menyebarkan, meminjamkan, mencetak, menggandakan, atau memanfaatkan email ini.

 


::BCA::=>

Selasa, 12 Juli 2016

Yuk Belajar dari Mantan Preman.            

 

Jika Anda mendengar kata "preman" , apa yang terlintas dalam benak Anda ? Ya, orang yang suka berkelahi, orang yang hidupnya dekat dengan kekerasan dan berbagai hal negatif lainnya. Itu tidak salah. Tapi pernahkan Anda mencari tahu kenapa seseorang menjadi preman ?

Nah, jika saat ini Anda mengenal Tommy Wong, pemilik beberapa Authorized Samsung Store & Outlet Acc resmi dengan nama Victorindo Group di Ibukota.

Apa kesan Anda ?. Pengusaha muda, sukses dan berjiwa sosial tinggi. Tapi jika saya katakan Tommy Wong adalah mantan preman , apakah Anda percaya ? Ya, Tommy Wong yang sejak usia 8 tahun telah ditinggal almarhum Ayah untuk selama-lamanya. Dia harus hidup menderita dengan mama dan adiknya. Akibat teror psikis sang ibu harus menjalani pengobatan dan adik dirawat oleh keluarga di daerah lain.

Hidup sendiri di kota, Tommy kecil tanpa asuhan dan didikan keluarga membuat  dia harus bertahan hidup di jalanan, bekerja keras untuk bisa makan. Kerasnya kehidupan di jalanan membuat ia akrab dengan kekerasan. Berkelahi dengan sesama preman itu hal yang umum. Muka berdarah-darah menjadi pemandangan biasa. Di satu titik ia menyadari kehidupan seperti itu tidak akan membawa ia sukses. Maka mulailah ia melamar bekerja tapi ditolak dimana-mana. Berbagai profesi dijalani sampai akhirnya bekerja disebuah toko Handphone.

Tapi kerusuhan membuat tempat kerjanya tutup dan  mulai dari sisa gaji ia coba buka toko kecil dan usaha sendiri .

Dengan kreatifitasnya ia membuat dummy handphone dari gabus. Ternyata responnya bagus dari customer.  Berkat kerajinannya,  akhirnya mendapatkan kepercayaan salah satu brand yang baru memulai saat itu,  akhirnya brand tersebut sangat terkenal saat ini. Ya Anda benar SAMSUNG. Berkat ketekunan selama 16 tahun ia bisa sukses meraih berbagai penghargaan prestisius dan memiliki beberapa Authorized  Store dan  Outlet.  Memang ada harga mahal pengorbanan yang harus dibayar dalam meraih kesuksesan.  Walau sekarang ia sukses , tidak melupakan teman teman juga anak-anak asuhnya yang kurang beruntung.

Tommy membantu beberapa panti asuhan dan mempersiapkan sebuah panti pembinaan yatim piatu dan dengan rutin terus menyalurkan berkat untuk anak-anak asuhnya. Sebuah hal yang menarik dan luar biasa.

Nah pertanyaannya, apakah motivasi itu harus dari motivator-motivator top ? Gak perlu juga kan. Seorang mantan preman bisa memberi motivasi bagi Anda semua. Jika Anda sukses janganlah sombong, ingat kesuksesan itu hanyalah titipan Tuhan. Ingatlah selalu berbagi kepada mereka yang membutuhkan. Tommy ingat dirinya anak yatim dan sekarang mendirikan panti asuhan agar anak-anak asuhnya bisa sukses seperti dirinya. Siap belajar dari mantan preman ? Ayukkk

 

 


DISCLAIMER:

Pikirkan kelestarian lingkungan sebelum mencetak email ini.

Perhatian: Email ini (termasuk lampirannya) hanya ditujukan kepada penerima email yang tercantum di atas dan tidak boleh disalahgunakan oleh siapa pun. Jika Anda bukan penerima email yang dimaksud, Anda tidak diperkenankan mem-forward, mendistribusikan, menyebarkan, meminjamkan, mencetak, menggandakan, atau memanfaatkan email ini.

 


::BCA::=>

Menggugah gagasan, merefleksikan pemikiran dan menerobos relung harapan