Sabtu, 28 Oktober 2017
We are The Champion.
Buku Pertama
Buku Pertama
Buku Ke-2
Buku ke-4
Buku ke 2
Buku ke 3
Sabtu, 28 Oktober 2017
Diposting oleh
Talip's Blog
We are The Champion.
Selasa, 05 September 2017
Diposting oleh
Talip's Blog
DISCLAIMER:
Pikirkan kelestarian lingkungan sebelum mencetak email ini.
Perhatian: Email ini (termasuk lampirannya) hanya ditujukan kepada penerima email yang tercantum di atas dan tidak boleh disalahgunakan oleh siapa pun. Jika Anda bukan penerima email yang dimaksud, Anda tidak diperkenankan mem-forward, mendistribusikan, menyebarkan, meminjamkan, mencetak, menggandakan, atau memanfaatkan email ini.
Rabu, 23 Agustus 2017
Diposting oleh
Talip's Blog
Eye of the Tiger
Harimau adalah sosok hewan yang tangguh, tegar dan salah satu penguasa hutan. Bahkan dari tatapannya saja sudah membuat hewan-hewan lainnya ketakutan. Kehebatan seekor harimau menginspirasi pembuatan film tinju yang luar biasa,
Ingatkah Anda akan sosok bintang film Sylvester Stallone ? Seorang aktor laga yang sangat terkenal di era tahun 1980 an. Salah satu filmnya yang sangat terkenal adalah Rocky, dimana Stallone memerankan petinju Rocky Balboa. Saking terkenalnya film tersebut sampai dibuat beberapa serie.
Soundtrack yang paling hits adalah "Eye Of The Tiger".
Rising up, back on the street
Did my time, took my chances
Went the distance, now I'm back on my feet
Just a man and his will to survive
So many times it happens too fast
You trade your passion for glory
Don't lose your grip on the dreams of the past
You must fight just to keep them alive
It's the eye of the tiger
It's the thrill of the fight
Rising up to the challenge of our rival
And the last known survivor
Stalks his prey in the night
And he's watching us all with the eye of the tiger.
Face to face, out in the heat
Hanging tough, staying hungry
They stack the odds still we take to the street
For the kill with the skill to survive
It's the eye of the tiger
It's the thrill of the fight
Rising up to the challenge of our rival
And the last known survivor
Stalks his prey in the night
And he's watching us all with the eye of the tiger.
Rising up, straight to the top
Had the guts, got the glory
Went the distance, now I'm not gonna stop
Just a man and his will to survive
It's the eye of the tiger
It's the thrill of the fight
Rising up to the challenge of our rival
And the last known survivor
Stalks his prey in the night
And he's watching us all with the eye of the tiger.
The eye of the tiger
The eye of the tiger
The eye of the tiger
Inilah kisah singkat yang mendasari lagu tersebut dan akan saya berikan ilustrasi yang nyata tentang apa yang bisa kita lakukan seurut kisah tersebut.
· Setelah menjadi juara dunia, Rocky agak terlena akan kemenangan tersebut. Ia mulai menghabiskan waktunya bersenang-senang karena sudah memiliki ketenaran dan menjadi selebritis. Bahkan meluncurkan sebuah patung dirinya di tangga Philadelpia Museum of Art. Ini juga sering kita alami, saat kita berada di posisi atas, saat kita sudah meraih kesuksesan, kadangkala kita terlena. Mulai tidak peduli dengan lingkungan, tidak peduli dengan target-target, tidak peduli dengan nasehat orang. Toh saya sudah sukses dan hebat.
· Sementara itu seorang petinju muda bernama Lang, sangat berambisi untuk mengalahkan Rocky. Ia berlatih sangat keras, mempersiapkan diri untuk bertarung melawan Rocky. Sementara Rocky terlihat santai dalam berlatih bahkan menyewa hotel untuk markas latihannya. Di kehidupan juga seperti itu. Banyak orang yang bekerja keras dan mempersiapkan diri untuk mengalahkan Anda, melewati pencapaian Anda dan membuktikan lebih baik dari Anda.
· Sebelum bertanding, ke dua petinju bertemu di Philadelphia Spectrum. Lang bertidak kasar dengan mendorong pelatih Rocky yang menderita serangan jantung. Melihat pelatihnya sakit berat, Rocky memutuskan untuk membatalkan pertarungan. Tapi pelatihnya menolak dan mohon untuk melawan dan menang. Pada kenyataannya Rocky dikalahkan Lang yang memang jauh lebih siap. Pelajaran bagi kita adalah saat tidak siap maka kita bisa menjadi pecundang sehingga dalam setiap kesempatan apapun, kita harus dalam kondisi yang waspada. Harus terus belajar dan belajar agar ilmu bisa terus meningkat.
· Setelah kekalahan tersebut yang bersamaan dengan meninggalnya sang pelatih, Rocky sempat frustrasi dan merasa karirnya sudah berakhir. Beruntung ada mantan lawan yang pernah dikalahkannya, terus memberi semangat dan motivasi agar kembali bangkit. Berlatih, bekerja keras dan siap menghadapi pertarungan ulang. Bagaimana dengan Anda ? Saat mengalami kegagalan dan keterpurukkan, apakah terus tenggelam atau siap bangkit lagi ? Pilihan ada di tangan Anda sendiri. Jika perlu carilah mentor atau sahabat yang bisa mendorong dan memberikan motivasi untuk bangkit kembali.
· Setelah siap, maka tibalah saatnya pertarungan akbar . Dengan semangat untuk meraih yang terbaik, dan mengeluarkan semua ilmu yang sudah dipelajari, maka Rocky akhirnya bisa mengalahkan Lang. Tatapan mata laksana mata harimau yang tajam mendorong meraih yang terbaik dalam hidupnya. Mahkota juara berhasil direbutnya. Inilah yang harus Anda miliki. Semangat untuk meraih yang terbaik walau pernah gagal. Tidaklah mudah, namun berkat ketekunan dan kemauan serta kerja keras maka kesuksesan bisa diraih. Itulah spirit seorang juara, the champion.
Makna yang bisa diambil dari tatapan yang harimau adalah:
Harus selalu belajar dan menyiapkan diri untuk menghadapi kerasnya kehidupan. Jika Anda tidak siap maka orang lain yang akan menggantikan posisi Anda sebagai the champion.
Jika harimau memiliki tatapan mata yang tajam dan meyakinkan, bagaimana dengan Anda ? Apa saja yang menjadi keistimewaan Anda ? Ayo terus tingkatkan keistimewaan itu sehingga Anda layak disebut the champion.
DISCLAIMER:
Pikirkan kelestarian lingkungan sebelum mencetak email ini.
Perhatian: Email ini (termasuk lampirannya) hanya ditujukan kepada penerima email yang tercantum di atas dan tidak boleh disalahgunakan oleh siapa pun. Jika Anda bukan penerima email yang dimaksud, Anda tidak diperkenankan mem-forward, mendistribusikan, menyebarkan, meminjamkan, mencetak, menggandakan, atau memanfaatkan email ini.
Rabu, 12 Juli 2017
Diposting oleh
Talip's Blog
Setelah follower oh follower, maka sekarang saya akan bahas tentang youtube. Viewer di youtube yang konon katanya bisa dibeli juga. Nih kisah nyata yang saya alami. Sure ini kisah nyata. Saya pernah dibuatkan youtube, selama 1 minggu yang view cuma 60 dan yang like cuma 12. Suatu pagi jam 8, saya cek youtube tersebut, waw amazing yang view mendadak jadi 2000. Makin amazing lagi, 2 jam kemudian yang view mendadak menjadi 2900. Yang aneh bin ajaib, setelah 3 minggu yang view ga bertambah lagi.
Yang lebih amazing, adalah saat yang view 60, kan yang like 12. setelah yang view 2000 bahkan 2900, tapi yang like tetap 12. Pertanyaannya apakah 2900 yang view itu, tidak ada satupun yang like. Kasiaan deh gue !!!. Infonya sih ada yang promoin youtube itu ke komunitas yang banyak pengikutnya. Awalnya sih saya percaya dan bahagia. Tapi…. Koq ada yang ngeganjel.
Ah, sebagai orang yang kepo, maka saya penasaran oh penasaran. Saya mencari informasi ke mbah google. Ternyata oh ternyata… ada banyak promosi yang menawarkan jasa youtube untuk perbanyak view, harganya sangat murah. 1000 views cuma Rp 10.000,- atau seharga 1 kaleng coca cola dingin.
Bahkan disalah satu situs jual beli online terdapat iklan yang kata-katanya keren banget. Apa sih keuntungan kalo video banyak views dan like nya ? Youtube akan mengajak Anda untuk menjadi partner. Yang nantinya akan muncul iklan di video Anda. Dan Anda akan mendapatkan komisi dari iklan itu. Selain itu rating video Anda akan tinggi dan otomatis video Anda terkenal.
Waw sekali lagi amazing. Cara pintas yang murah dan hebat. Beda banget dengan youtube sepakbola pemain top, yang ga perlu beli view tapi sangat banyak yang nonton dan like. Itu baru benar.
Jadi janganlah bahagia dulu jika view Anda mendadak banyak. Jangan ke ge- eran dulu karena yang view bukan "manusia". Stop Cheating, man.
DISCLAIMER:
Pikirkan kelestarian lingkungan sebelum mencetak email ini.
Perhatian: Email ini (termasuk lampirannya) hanya ditujukan kepada penerima email yang tercantum di atas dan tidak boleh disalahgunakan oleh siapa pun. Jika Anda bukan penerima email yang dimaksud, Anda tidak diperkenankan mem-forward, mendistribusikan, menyebarkan, meminjamkan, mencetak, menggandakan, atau memanfaatkan email ini.
Selasa, 11 Juli 2017
Diposting oleh
Talip's Blog
Follower oh Follower
Media sosial saat ini menjadi salah satu media untuk mempopulerkan diri. Orang berlomba-lomba memperbanyak follower untuk membuat dirinya seolah-olah top. Nah ini masalahnya, apakah follower itu memang asli follower yang dia kenal atau follower "beli". Saya diinfokan anak saya, jika follower instagram seseorang banyak, misal puluhan ribu tapi saat dia posting dan yang like hanya puluhan saja, maka dapat dipastikan itu follower beli an. Ahh saya penasaran juga dan saya mencheck salah 1 teman . Setahun lalu, follower IG saya dan dia masih sekitar 400. dalam waktu setahun, saya hanya berhasil menambah 700 follower, itu juga dengan gaya "follback dong kakak" atau tiap ketemu teman dan tahu dia ada IG, maka kami saling follow. Eh teman saya tersebut, tiba-tiba followernya 20 K. Waw kerennnn. Tapi setelah saya cek foto-foto yang di upload, ternyata yang like rata-rata dibawah 40. Loh koq aneh ya. Kemana aja follower yang 20.000 itu ya. Ke laut ya. Masa sih pada ga baca IG ?
Anak saya, mengatakan jika follower banyak tapi yang like hanya sedikit, maka itu dipastikan followernya bukan "manusia". Follower anak saya hanya 1000, tapi setiap dia posting foto, maka yang like rata-rata di atas 300. artinya memang followernya itu manusia asli bukan "manusia jadi-jadian". Betul atau benar ?
Dari hal sederhana itulah terlihat bahwa manusia itu suka jalan pintas untuk mengangkat brandingnya, tanpa mau bekerja keras untuk membuktikan brandingnya. Dugaan saya sih, ini untuk "memanipulasi" orang atau perusahaan. Dia akan berkata " lihat tuh follower saya puluhan ribu, ini cocok untuk beriklan di IG saya atau nanti saya promosikan karena saya punya follower yang banyak" Haiii stop cheating Man. Kalau ketahuan Anda " nipu" maka Anda akan menuai resikonya sendiri.
DISCLAIMER:
Pikirkan kelestarian lingkungan sebelum mencetak email ini.
Perhatian: Email ini (termasuk lampirannya) hanya ditujukan kepada penerima email yang tercantum di atas dan tidak boleh disalahgunakan oleh siapa pun. Jika Anda bukan penerima email yang dimaksud, Anda tidak diperkenankan mem-forward, mendistribusikan, menyebarkan, meminjamkan, mencetak, menggandakan, atau memanfaatkan email ini.
RSS FEED
TWITTER