Translate to : English French German Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Chinese Simplified

SOBAT PENA

Jumat, 11 Maret 2016

 

 

 

 

 

Sobat itu bisa berarti sahabat. Bagi Anda yang lahir di era tahun 80 an ke bawah, pasti tidak asing dengan istilah sahabat pena. Kegiatan tulis menulis dengan mengirimkan surat tersebut menggunakan perangko.

Ya, saat ini mungkin sudah tidak ada lagi acara surat menyurat dengan perangko karena dengan teknologi yang semakin maju,  kegiatan  sahabat pena digantikan dengan email maupun WA, BBM, SMS. Bayangkan jaman dulu, perlu minimal 2 hari agar surat bisa diterima berkat jasa Bapak Tukang Pos yang berkeliling menggunakan sepeda atau motor. Betapa enaknya sekarang, begitu surat ditulis, langsung dikirim melalui peralatan canggih, dalam hitungan detik sudah diterima  , langsung dibaca dan dibalas.

Ternyata dunia tulis menulis tentunya sudah akrab bagi semua orang. Coba lihat sejak SD sudah diberi pelajaran menulis. Lihat pula, setiap orang asyik mengetik di gadgetnya dan saling mengirim pesan. Ini membuktikan mereka semua suka dan pandai menulis. Sekarang tantangannya bagaimana mewujudkan tulisan yang baik, enak dibaca dan bisa diterbitkan.

Saya mencoba membuat cerita dari SOBAT PENA tersebut.

SOBAT itu bisa diartikan :

S = Strategi. Sebagai penulis / calon penulis Anda harus mempunyai strategi untuk menulis dan menerbitkan bukunya. Strategi diawali dari pemilihan judul. Cari judul yang unik, menggelitik, belum pernah dipakai orang lain dan memiliki nilai jual. Strategi lainnya memilih covernya. Siapa yang mau menjadi cover, jika menggunkan orang, maka harus cari yang enak dipandang. Tapi jika Anda merasa diri Anda memiliki nilai jual, boleh juga menjadi cover.  Terakhir strategi untuk menjualnya, selain melalui toko buku, Anda juga harus promosi via media sosial, launching buku,  pameran dan sebagainya.

O = Original. Tulisan sebaiknya original, karena ori lebih bagus daripada kw. Sesekali mengambil cuplikan orang lain untuk memperkuat isi buku, diperbolehkan asal mencantumkan sumber data tersebut di akhir tulisan.  Jika Anda terlalu banyak menyadur, copy paste maka akan membuat orang bertanya-tanya, ini penulis atau pengumpul data. Karya original akan lebih disukai orang karena murni hasil pemikiran, pengalaman, pengamatan penulis yang dituangkan dalam sebuah tulisan. Dengan original maka Anda akan merasa bangga karena berhasil membuat tulisan tanpa menyontek.

B = Branding. Anda harus memiliki branding sebagai penulis. Mau penulis spesialis motivasi, marketing, novel dan lain-lainnya. Biasa juga dikenal dengan tulisan fiksi dan non fiksi. Anda juga harus membuat personal branding agar orang mudah mengingat. Saya sendiri memiliki branding Silent Motivator No 1 di Indonesia.   Anda juga bisa membuat branding sebagai penulis “ seperti apa” ??  Contohnya saya mencantumkan logo “ semua royalti untuk amal”. Nah dengan branding tersebut maka saya harus berkomitment untuk menyumbang semua royalti kepada mereka yang membutuhkan.

A = Aspirasi.  Sebagai penulis/ calon penulis, Anda semua ditantang untuk mencari aspirasi dan ide-ide segar dan baru. Ide bisa muncul dimana saja, maka harus jeli untuk menangkap ide dan segera mewujudkannya. Semakin Anda memiliki banyak aspirasi, maka semakin Anda akan mempunyai banyak karya bagus. Karena setiap orang pasti memiliki ide gemilang yang berbeda-beda.

T = Tata Bahasa. Ini merupakan hal yang paling penting,  karena jiga Anda tidak memiliki pengetahuan tata bahasa yang baik dan benar, maka dijamin tulisan Anda akan ditolak penerbit. Anda harus membeli buku “Ejaan yang disempurnakan” sebagai pegangan. Ingat menulis ha ha hi hi di gadget itu berbeda dengan tulisan yang akan dipublikasikan.

 

Jika 5 unsur SOBAT itu sudah Anda penuhi dan jalani dengan baik maka Anda akan menjadi PENA aitu PEnulis Nasional, karena karya Anda akan bisa dinikmati banyak orang.

Jadi sudah siapkah Anda mewujudkan SOBAT PENA ?  

 

 


::BCA::=>

Sabtu, 02 Januari 2016

Malaikat Berhati Iblis.
Waw membaca judulnya saja sudah membuat banyak orang bertanya-tanya. Memang ada malaikat berhati iblis ??. Judul tersebut hanya perumpamaan aja untuk menggambarkan sifat manusia yang baik dan jahat. Salah satu buku saya judulnya ANGEL & DEMON.
Kisah ini sih terjadi disebuah lokasi yang  disamarkan. Tokoh utamanya seorang wanita, yang manis banget bertutur kata, pintar mengambil hati, ramah dan semua kebaikan ditampilkan di sisi luarnya. Sehingga orang akan kagum dan percaya jika ia seorang malaikat yang baik hati. Nah inilah kebanyakan kita, begitu mudah menilai orang hanya lewat penampilan luarnya maupun gaya bicaranya saja. Namun kita jarang mempelajari hal yang berada di dalam, atau inner beautynya.  Ternyata tokoh kita itu, memiliki segudang hidden agenda atau agenda tersembunyi dibalik penampilannya. Intinya ia selalu ,menghubungkan segala sesuatu dengan uang, profit dan ingin menguasai segala hal yang bisa menguntungkan baginya. Manusia-manusia seperti ini banyak disekeliling kita, jika Anda jeli melihatnya. Contoh lain, ada seorang teman yang jika ada maunya ( minta tolong, minta bantuan, mau hutang dll) selalu telp saya dan mulai memuji " Boss, lu makin hebat aja, buku makin banyak, suka beri seminar dll". Karena saya tahu orang ini memiliki hidden agenda, maka langsung saja jawab " Udahlah ga usah basa-basi, lu mau minta tolong apa". Si temen jadi malu dan ga enak, dia hanya jawab  " ah malu deh, ketahuan maksudnya".
Maka belajarlah smart terhadap para bidadari berhati iblis, jangan sampai Anda tertipu. Carilah bidadari berhati bidadari aja ya. Selamat tahun baru, 2016.

Senin, 21 Desember 2015

Ustad Felix Siauw dan Ustad Yusuf Mansur

 

Jum,at 18 Desember 2015 saya mengambil cuti. Pagi hari saya ke rukonya Ustad Felix Siauw. Kami berdiskusi tentang banyak hal. Satu hal yang membuat saya kagum adalah Ust Felix Siauw tidak mengganti nama baptisnya dan marganya sehingga tetap menggunakan nama tersebut.  Dalam keluarga Ustad terdapat toleransi beragama yang sangat bagus. Papanya saat ini menjadi prodiakon di Gereja Katolik Pantai Indah Kapuk dan mamanya aktivis gereja . Sebuah perbedaan yang menyejukkan.

Sore hari saya ke pesantren DaQu, milik Ustad Yusuf Mansur. Sore itu ustad meraakan ulangtahunnya yang ke 40.  Yang luar biasa dari Ustad YM adalah kerendah hatian nya. Ia melayani kami dengan ramah, memberikan sharing yang sangat bagus dan mengajak kami mengelilngi pesantrennya. Malam harinya ustad memberikan semangat dan motivasi kepada para santrinya .

Pelajaran utama yang saya terima dari 2 ustad terkenal adalah  persahabatan dan kebersamaan walau berbeda keyakinan. Inilah indahnya perbedaan dan inilah yang harusnya akan membuat negara kita menjadi lebih berwarna. Jika semua orang memiliki cara pandang yang sama dengan 2 ustad luar biasa ini, maka saya yakin negara kita akan menjadi negara yang paling menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan. Terima kasih ustad Felix Siauw dan Ustad Yusuf Mansur.

 

 


::BCA::=>

Senin, 30 November 2015

 

Balance of Life

 

Salah 1 balance of life adalah keseimbangan dengan keluarga.  Sabtu lalu,  saat istri sedang mengikuti acara Wanita Katolik di Cirebon, maka saya mengajak 2 anak saya untuk bersama-sama jalan ke mall. Di sana kami membeli handphone, membeli buku dan makan siang bersama.  Agak canggung juga awalnya karena biasa ada istri yang menemani juga.   Saya sangat menikmati hari libur tersebut dengan ke 2 anak saya. Kebetulan anak 1 baru seminggu ada di Jakrta, liburan sekolah. Bagi beberapa orang, untuk membuat keseimbangan hidup amat sulit. Waktu dihabiskan untuk bekerja dan bekerja, mengejar karir dan mengejar uang. Namun keseimbangan keluarga juga sangat diperlukan, karena mereka adalah salah 1 pendukung utama sukses kita.  Mari kita mulai menata ulang kehidupan kita, apakah unsur-unsur keseimbangan hidup benar-benar sudah dijalankan. Salam pemenang.

 


::BCA::=>

Kamis, 19 November 2015

 

ASPIRASI

 

17 November 2015, di IPMI Jakarta, menjadi ajang pertemuan para pneulis dari berbegai kota. Sekitar 120 penulis kumpul diacara yang diprakarsai oleh Timoteus Talip dan Naomi Susan. Awalnya kami membuat WA grup yang berisi para penulis. Akhirnya tercetuslah ide untuk kopdar dan membentuk asosiasi. Pada pertemuan tersebut juga menjadi ajang saling berkenalan dan tukaran buku. Sidang pemilihan nama asosiasi dipimpin oleh Timoteus Talip, Frans Budi dan William Wiguna, akhirnya melalui voting terpilihlah nama ASPIRASI yaitu Asosiasi Penulis dan Inspirator Indonesia.

Ada 5 orang yang akan menjadi  formatur untuk memilih ketua oraganisasi, pengurus, dan melakukan beberapa hal yang bermafaat untuk organisasi ini. Dengan berdirinya ASPIRASI maka diharapkan para penulis mempunyai wadah untuk berorganisasi dan saling berbagi.

Acara kopdar menjadi lebih bermakna dengan dihadiri oleh Miranda Gultom, mantan Gubernur Bank Indonesia yang juga memberikan sharing pada acara tersebut. Ayooo para pembaca bog saya, jika Anda juga seorang penulis ataua da rekan yang menjadi penulis tapi belum terdaftar di WA grup penulis, sialkan hubungi saya di 08161855461

 


::BCA::=>

Menggugah gagasan, merefleksikan pemikiran dan menerobos relung harapan